Identifikasi Farmakofor
Farmakofor adalah susunan tiga
dimensi dari atom dalam molekul obat yang memungkinkan untuk berikatan dengan reseptor yang diinginkannya
dan bertanggung jawab dengan respon biologis karena terikat dengan
reseptor yang dikehendakinya.
Reseptor obat adalah suatu makromolekul jaringan sel
hidup, mengandung gugus fungsional atau atom-atom terorganisasi, reaktif secara
kimia dan bersifat spesifik, dapat berinteraksi secara reversibel dengan
molekul obat yang mengandung gugus fungsional spesifik, menghasilkan respons
biologis yang spesifik pula.
Interaksi obat-reseptor terjadi melalui dua tahap, yaitu:
a.
Interaksi molekul obat dengan reseptor spesifik.Interaksi
ini memerlukan afinitas
b.
Interaksi yang dapat menyebabkan perubahan konformasi
makromolekul protein sehingga timbul respons biologis.
Proses interaksi obat dgn reseptor khas
dipengaruhi oleh :
Tipe ikatan kimia,
Interaksi hidrofob, Kerapatan elektron, Ukuran molekul obat Efek stereokimia, Sehingga
sifat lipofil, sifat elektronik dan sifat sterik molekul obat sangat menunjang proses
interaksi obat.
a.
Ikatan Hidrogen
Adalah suatu ikatan
antara atom H dengan atom lain yang bsft elektronegatif & mempunyai sepasang elektron bebas dengan oktet yang lengkap, spt: O, N, dan F
Senyawa dengan derajat kekhasan tinggi dapat memadukan berbagai
ikatan lemah ikatan hidrogen, ion, ion-dipol dipol-dipol & van der
waals pada interaksinya dengan reseptor sehingga secara total akan menghasilkan
ikatan yang cukup kuat & stabil.
b.
Ikatan ion
Ikatan ion adalah ikatan yag dihasilkan oleh daya
tarik menarik elektrostatik antara ion-ion yang muatannya berlawanan. Kekuatan
tarik-menarik akan makin berkurang bila jarak antar ion makin jauh dan
pengurangan tersebut berbanding terbalik dengan jaraknya
c.
Ikatan Van Der Waal’s
Ikatan van der
waal’s merupakan kekuatan tarik-menarik antar molekul atau atom yang tidak
bermuatan dan letaknya berdekatan atau jaraknya ± 4-6 Å. Ikatan ini terjadi
karena sifat kepolarisasian molekul atau atom.
Morfin
Morfin memiliki tiga gugus polar (fenol, alkohol dan, amin!
sedangkan analognya
telah
kehilangan gugus
polar alkohol
atau ditutupi dengan gugus alkil atau asil. Dengan demikian maka analog morfin akan lebih mudah masuk ke otak dan
terakumulasi pada sisi reseptor dalam jumlah yang lebih besar sehingga aktivitas
analgesiknya juga lebih besar. Atom nitrogen dari morfin akan terionisasi ketika
berikatan dengan reseptor.
Penggantian
gugus 5-metil dengan proton mengurangi akti&itas analgesik tetapi tidak
menghilangkannnya.
Cincin aromatik memegang peranan penting dimana jika senyawa tidak memiliki cincin aromatik tidak akan menghasilkan aktivitas analgesik. cincin A dan nitrogen merupakan dua struktur yang umum ditemukan dalam aktivitas analgesik opioid
Lets discuss :)
1. Bagaiman cara dalam melakukan
identifikasi farmakofor ?
3. Yang mempengaruhi kekuatan
dalam berikatan dengan reseptor ?
4. Tujuan identifikasi farmakofor
?
.

Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 2 kebetulan saya juga membahas di blog saya,,ikatan yang terbentuk pada struktur morfin terdiri dari ikatan ionik, ikatan vanderwals,ikatan hidrogen.
BalasHapusSaya setuju dengan tika. Jadi jenis ikatannya yaitu :
Hapus1. Ikatan ionik : Atom logam (energi ionisasi rendah) cenderung melepaskan elektronnya, lalu diterima oleh atom nonlogam (afinitas elektron besar). Dari proses transfer elektron dari atom logam ke atom nonlogam ini akan terbentuk ion positif dan ion negatif dengan konfigurasi elektron gas mulia yang saling tarik menarik dengan gaya elektrostatis yang disebut ikatan ionik.
2. Ikatan hidrogen : adalah gaya tarik antar-molekul yang terjadi antara atom hidrogen yang terikat dengan atom sangat elektronegatif (N, O, atau F) dan pasangan elektron bebas dari atom sangat elektronegatif lainnya. Ikatan ini muncul sebagaimana ikatan N—H, O—H, dan F—H bersifat sangat polar, di mana muatan parsial positif pada H dan muatan parsial negatif pada atom elektronegatif (N, O, atau F).
3. Gaya Van Der Waals : terjadi akibat interaksi antara molekul-molekul non polar (Gaya London), antara molekul-molekul polar (Gaya dipole-dipol) atau antara molekul non polar dengan molekul polar (Gaya dipole-dipol terinduksi). Ikatan Van Der Waals terdapat antar molekul zat cair atau padat dan sangat lemah.
BalasHapustujuan identifikasi farmakofor untuk Menemukan gugus penting yang berikatan dengan reseptor
Penting untuk mendesain obat dan Penting untuk menemukan obat baru
nmr 1 mnrt artikel yg saya baca
BalasHapuscara Identifikasi farmakofor yaitu
· Menentukan posisi 3D obat dengan target
· Mengetahui gugus penting dapat terikat dengan reseptor
· Untuk mengetahui konformasi aktif dari molekul
· Penting sebagai dasar merancang obat
· Penting dalam hal menemukan obat baru
4. tujuan farmakofor
BalasHapus1. Menemukan gugus penting yang berikatan dengan reseptor
2. Menemukan posisi relatif dalam ikatan gugus
3. Untuk mengetahui konformasi aktif
4. Penting untuk mendesain obat
5. Penting untuk menemukan obat baru
3. HBD, HBA, SITE TARGET
BalasHapusNo.3, meburut saya kekuatan dalam berikatan dengan reseptor ditentukan oleh ikatan apa yang terjadi anatara gugus aktif obat dengan reseptornya
BalasHapus4. - Menentukan gugus-gugus penting yang dapat berikatan dengan reseptor
BalasHapus· -Menentukan posisi relative 3D gugus-gugus molekul dengan target
· - Bagaimana konformasi aktif dari molekul
· - Penting sebagai dasar untuk merancang obat
· - Penting sebagai dasar untuk penemuan obat baru