Langsung ke konten utama

Kimia Medisinal



OBAT ANALGETIK
(Obat-Reseptor)

Analgetik adalah obat atau senyawa yang digunakan untuk mengurangi rasa sakit atau nyeri. Secara umum analgetik dibagi dalam dua golongan, yakni analgetik non-narkotik (misalnya: parasetamol,asetosal) dan analgetik narkotika (misalnya:morfin).
a.      Analgetik narkotik
Berdasarkan mekanisme kerjanya, analgetika narkotik dapat digolongkan menjadi tiga macam yaitu (Tjay dan Rahardja, 2002):
1.      Agonis opiat, dapat menghilangkan rasa nyeri dengan cara mengikat reseptor opioid pada  sistem saraf. Contoh: morfin, kodein, heroin, metadon, petidin, dan tramadol.
2.      Antagonis opiat, bekerja dengan menduduki salah satu reseptor opioid pada sistem saraf. Contoh: nalokson, nalorfin, pentazosin, buprenorfin dan nalbufin.
3.      Kombinasi, berkerja dengan mengikat reseptor opioid, tetapi tidak mengaktivasi kerjanya dengan sempurna.



Untuk obat - obat analgetik narkotika terbagi dalam beberapa golongan, yaitu:
a.    Morfina.
Daya penghilang rasa nyeri morfin jauh  lebih besar dari pada codeina. Sifat analgetika dari morfina berdasarkan penekanannya pada susunan saraf sentral yang disertai dengan perasaan nyaman, menghambat pernafasan dan dapat menyembuhkan batuk. Penggunaannya; Untuk mengobati rasa sakit yang tidak  dapat disembuhkan dengan analgetika antipiretika, misalnya pada kanker, menahan rasa sakit pada waktu operasi dan sebagainya.
b.    Metadone
Mempunyai efek analgesik mirip morfin, tetapi tidak begitu menimbulkan efek sedatif. Dieliminasi dari tubuh lebih lambat dari morfin (waktu paruhnya 25 jam) dan gejala withdrawal - nya tak sehebat morfin, tetapi terjadi dalam jangka waktu lebih lama
c.     Meperidin (petidin)
Menimbulkan efek analgesik, efek euforia, efek sedatif, efek depresi nafas dan efek samping lain seperti morfin, kecuali konstipasi.Efek analgesiknya muncul lebih cepat daripada morfin, tetapi durasi kerjanya lebih singkat, hanya 2-4 jam
d.    Fentanil
Merupakan opioid sintetik, dengan efek analgesik 80x lebih kuat dari morfin, tetapi depresi nafas lebih jarang terjadi.Diberikan secara injeksi IV,  dengan waktu paruh hanya 4 jam dan dapat digunakan sebagai obat praoperatif saat anestesi
b.      Analgetik Non-narkotik
Mekanisme kerjanya sebagai analgetik yaitu dengan jalan menghambat secara langsung dan selektif enzimenzim yang mengkatalisis biosintesis prostaglandin, seperti siklooksigenase sehingga mampu mecegah stimulasi reseptor nyeri.
Contoh  : Parasetamol dengan nama kimia N-4-hidroksifenil asetamida bersifat mudah larut dalam air, sangat larut dalam air panas.


Senyawa MH2011 {1-(4-aminofenil)-3-(4-hidroksifenil)urea}
Senyawa MH2011 {1-(4-aminofenil)-3-(4-hidroksifenil)urea} merupakan salah satu senyawa modifikasi parasetamol dan berdasarkan molecullar docking memiliki aktivitas analgetik yang lebih poten dibanding  parasetamol Diketahui bahwa senyawa MH2011 memilki ikatan yang lebih stabil berikatan dengan COX-2 dibandingkan dengan parasetamol, hal ini terlihat dari score docking bahwa senyawa MH2011 memiliki nilai yang lebih rendah yaitu Aktivitas analgetik yang lebih poten ini dapat dilihat dari kestabilan ikatan senyawa MH2011 dengan reseptor COX-2. Reseptor COX-2 ini berperan aktif dalam pembentukan prostaglandin sebagai mediator nyeri dari asam arakidonat. Pada saat mengalami luka, dinding sel akan rusak sehingga fosfolipid oleh enzim Fosfolipase-A2 dapat diubah menjadi asam arakidonat sebagai perkursor terbentuknya prostaglandin. Peran dari reseptor COX-2 adalah pada saat pembentukan prostaglandin, native ligand akan berikatan dengan reseptor COX-2 sehingga akan mengaktifkan pembentukan prostaglandin. Prostaglandin inilah yang akan menjadi mediator nyeri (Neal, 2006).















Aktivitas senyawa MH2011 sebagai analgetika juga diperkuat dengan melihat interaksi antara senyawa MH2011dengan COX-2 (6COX). Dengan virtual screening dapat diketahui jumlah ikatan senyawa MH2011 dengan asam amino yang terdapat pada protein COX-2. terlihat bahwa senyawa MH2011 memiliki jumlah ikatan asam amino yang lebih banyak (6 ikatan) dibandingkan parasetamol (5 ikatan) dalam interaksinya terhadap COX-2. Sehingga dengan kata lain senyawa MH2011 memiliki ikatan yang lebih kuat dan lebih stabil dibandingkan parasetamol dalam aktivitasnya sebagai inhibitor kompetitif COX-2. Semakin kuat ikatan antara obat dan reseptor,akan meningkatkan aktivitas obat terhadap reseptor.

lets discuss :)



1.       apakah pada tahap awal penggunaan obat analgetik golongan narkotik akan mempengaruhi ketergantungan pemakaian selanjutnya?
2.       Apakah analgetik narkotik dan non-narkotik dpat dikombinasi? Adakah efek yg akan dihasilkan?
3.       apakah MH2011 dapat menyebabkan kerusakan hati ?
4.       Apakah semua analgetik memiliki identitas farmakofor yang sama ?
5.       Semakin kuat ikatan antara obat dan reseptor,akan meningkatkan aktivitas obat terhadap reseptor' lalu ikatan apa yang menghasilkan peningkatan aktivitas?, apakah ikatan rangkap?
6.       Dari  obat analgetik gol narkotik mana yang memiliki ES yang lebih rendah ?

 



Komentar

  1. kombinasi analgetik narkotik dan non-narkotik seharusnya tidak dikombinasi karena akan adanya peningkatan dosis melebihi terapeutik windows, jadi kemungkinan overdosis akan terjadi sin, efek yang ditimbulkan mungkin tidak langsung kematian, tetapi efeknya bisa kecanduan atau kejang kejang yang dapat berdampak pada kematian

    mohon koreksinya juga yang lain, hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya betul sekali vo..
      Selain itu jika obat analgetik narkotik n analgetik non narkotik dikombinasikan, maka kemungkinan akan meningkatkan efek samping dari obat golongan analgetik tersebut, misalnya efek terjadinya ulkus peptikum pada lambung dikarenakan efeksamping obat tsb akan mengalami peningkatan.

      Hapus
    2. Halo kak, tapi berdasarkan yang saya dapat, obat analgetik narkotik dan non narkotik dapat dikombinasikan jika diperlukan, saat ini telah banayk penggunaan kombinasi dari analgetik tersebut, contohnya Kombinasi tramadol dengan NSAIDs yang akan menghasilkan efek pereda nyeri yang lebih baik

      Hapus
  2. Menurut saya,jika analgetik narkotik digunakan sesuai dosis terapi, dan efek yang diinginkan. Maka meskipun digunakan pada tahap awal, tidak akan menyebabkan ketergantungan pada pemakaian berikutnya..
    Ketergantungan terjadi jika obat tersebut digunakan secara terus menerus,atau pemakaian melebihi dosis yg d harapkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya setuju dengan tika . jdi memang pada penggunaan jangka pendek tidak akan menyebabkan kecanduan. kecanduan atau ketergantungan dpt trjdi bila dikonsumsi terus menerus dlm jangka panjang tanpa indikasi yg jelas.

      Hapus
  3. hallo sindi.. menurut saya pada awal penggunaan obat analgetik golongan narkotik tidak mengakibatkan ketergantungan jika penggunaan tersebut dengan 4T 1W yaitu
    tepat dosis , tepat pasien, tepat obat, tepat indikasi dan waspada efek samping..

    BalasHapus
  4. nmr 6
    mnrt artikel yg saya baca analgetik narkotik yg memiliki efek smping rendah yaitu morfin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama seperti obat-obat lainnya, morfin juga berpotensi menyebabkan efek samping. Beberapa efek samping yang bisa terjadi setelah mengonsumsi morfin antara lain adalah:

      Mengantuk.
      Pusing atau sakit kepala.
      Mual.
      Sembelit.
      Sulit buang air kecil.
      Gangguan tidur.
      Mulut terasa kering.
      Tubuh berkeringat.

      Hapus
    2. Dari beberapa artikel yang saya baca Kodein memiliki efek analgetik yang lebih rendah daripada morfin, namun mempunyai efek antibatuk yang kuat, dan tidak menyebabkan kecanduan

      Hapus
  5. 1. tdak, setahu saya, suatu obat dapat menyebabkan ketegantungan jika digunakan dalam waktu yang lama, jadi jika baru digunakan tidak menimbulkan ketergantungan

    BalasHapus
  6. 3. MH2011 dapat menyebabkan efek samping kerusakan hati (hepatotoksis)

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya penambahan jawaban no 3

      Senyawa MH2011 merupakan senyawa modifikasi parasetamol yang sudah
      terdaftar di Ditjen HAKI pada tahun 2012 dengan nomor permohonan paten
      P00201200964 dan dengan inventor Drs. Hari Purnomo, M.S., Apt. Pada
      permohonan paten tersebut telah disebutkan bahwa senyawa MH2011 mempunyai
      efek hepatotoksik lebih rendah dibandingkan parasetamol. Senyawa MH2011
      mempunyai efek analgetik lebih poten dibanding parasetamol yang dapat dilihat
      dari nilai ED50, yaitu MH2011 sebesar 10,98 mg/kgBB dan parasetamol 21,26
      mg/kgBB (Sofiana, 2013).
      Modifikasi parasetamol dilakukan pada gugus alkil yang terikat pada C
      karbonil. Gugus alkil (CH3) yang terikat pada C karbonil digantikan oleh gugus 4-
      hidroksi naftalena-1-aminida yang terikat pada aminonaftol. Dengan adanya gugus
      4-hidroksi naftalena-1-aminida dapat menurunkan muatan positif pada posisi orto
      sehingga dapat menurunkan efek hepatotoksik, bahkan jika mungkin
      menghilangkannya

      Hapus
  7. 6. salah satu artikel yang saya baca, menyatakan tramadol termasuk analgetik narkotik yang lebih rendah efek samping

    BalasHapus
  8. Saya akanmenjawab pertanyaa no. 6 menurut saya es paling kecil yaitu golongan meperidin. Sebab Golongan meperidin mempunyai efek samping sedasinya paling rendah

    BalasHapus
  9. menurut saya penggunaan obat analgetik golongan narkotik tidak akan mempengaruhi ketergantungan pada pemakaian selanjutnya, apabila pada dosis aman dan dengan pengendalian pengawasan pada saat pasien mengkonsumsi obat tersebut tidak akan menyebabkan ketergantungan

    BalasHapus
  10. untuk pertanyaan no 1 menurut literatur yang saya baca jika pemakaiannya dengan dosis yang berlebih akan meningkatkan ketergantungan tetapi jika masih dalam batasan dosis yang wajar maka maka tidak akan mjd ketergantungan

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

KIMIA MEDISINAL

Natrium diklofenak Natrium (Na) diklofenak merupak an obat golongan Non-Steroidal Anti Inflammatory Drugs (NSAIDs). Na diklofenak digunakan untuk mengurangi rasa nyeri, pembengkakan akibat peradangan , dan kekakuan sendi akibat artritis ( radang sendi ), seperti pada artritis reumatoid.     Mekanisme kerja obat golongan NSAID      Secara Umum Natrium Diklofenak bekerja dengan Menghambat Cyclooxygenase tidak secara selektif, yaitu dengan menghambat Cyclooxygenase 1 (COX-1) dan Cyclooxygenase-2 (COX-2), Sehingga menghasilkan penghambatan sintesis prostaglandin (yang merupakan mediator nyeri). Reaksi peradangan dan prostaglandin    Ada dua tipe COX yaitu COX-1 dan COX-2. COX-1 terdapat pada lambung, ginjal, usus dan trombosit sedangkan COX-2 pada makrofag( sel darah putih ). Prostaglandin yang terbentuk melalui COX-1 disebut prostaglandin protektif sedangkan dari COX-2 disebut prostaglandin inflamas...

Kimia Medisinal

Fenotiazin Obat Anti Psikosis adalah obat-obat yang dapat menekan fungsi-fungsi psikis tertentu tanpa mempengaruhi fungsi-fungsi umum, seperti berpikr dan berkelakuan normal. Obat ini dapat meredakan emosi dan agresi, dan dapat pula menghilangkan atau mengurangi gangguan jiwa seperti : impian, halusinasi serta menormalkan perilaku yang tidak normal. Senyawa- senyawa trisiklik yang memiliki daya antihistamin dan antikolinergik yang tidak begitu kuat dan seringkali berdaya sentral kuat dengan efek neuroleptik.     fenotiazin , contoh obat : chlorpromazine (dosis 150-600 mg/hari), thioridazin (dosis 150-600 mg/hari), Trifluoperazin (dosis 10-15 mg/hari), perfenazin (12-24 mg/hari), Flufenazin (dosis 10-15 mg/hari). Mekanisme kerja : Memblokade Dopamine pada reseptor pasca sinaps neuron di otak, dan juga dapat memblokade reseptor kolinergik, adrenergic dan histamine. Untuk obat generasi pertama ( fenotiazin dan butirofenon), umumnya tidak ter...

Kimia Medisinal

ANTI-HISTAMIN Berdasar strukturnya antihistamin digolongkan menjadi:                         A. Eter amino alkil (etanolamin eter)                         B. Etilen diamin                         C. Turunan Propilamin                         D.   Antihistamin cincin trisiklik A.      Derivat Eter amino alkil (etanolamin eter) Senyawa-senyawa yang paling aktif mempunyai panjang rantai dua atom C. Kuarterinisasi nitrogen rantai   samping tidak selalu menghasilkan senyawa yang k...